Minggu, 23 April 2017

Tugas Kewirausahaan 3

    A.   Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan Adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. 
Kepemimpinan itu adalah suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Definisi kepemimpinan menurut para ahli :

1.     Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. (T.Hani Handoko, 1986 : 294)

2.     Kepemimpinan itu merupakan suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Soewarno Handoyo Ningrat, 1980 : 64)

3.     Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus. (Kartini Kartono 1994 : 48)

4.     Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal). (Hemhill & Coon, 1995)

5.     Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)

B.   Pentingnya Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Dalam sejarah kita sudah mempelajari apa itu kepemimpinan dan apa yang bukan kepemimpinan.Meskipun ribuan penelitian telah dilakukan,masih banyak hal yang belum kita ketahui.Dalam bab ini kita akan melihat apa yang kita ketahui tentang kepemimpinan.Kita akan melihat bagaimana kepemimpinandalam sejarah dan kepemimpinan dalam sudut pandang kontemporer.Dalam prosesnya,kita berfokus pada konsep kepemimpinanyang baru tumbuh dan penerapannya.

Meskipun kepemimpinan memiliki banyak aspek dalam bidang organisasi dan perilaku (behavioris) berfokus pada dua isu kepemimpinan yang paling penting: (1) mengapa sebagian anggota organisasi menjadi pemimpin sedangkan yang lainya tidak,dan (2) mengapa sebagian pemimpin berhasil,sedangkan sebagian lainnya gagal.Kedua hal ini dianggap penting karena kepemimpinan merupakan suatu yang vital,yang menghidupkan organisasi.Beberapa ahli menyatakan pendapat bahwa ketika kelompok,tim,atau organisasi mencapai kesuksesan,para pemipinnya cenderung mendapat pujian yang berlebihan,dan sebaliknya,ketika organisasi gagal,para pemimpin mendapatkan kecaman terlalu besar.meskipun demikian,pemimpin memang membuat perbedaan,dan kepemimpinan adalah variabel penting dalam membentuk keefektifan organisasi. 

Untuk menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan dan betapa manusia membutuhkannya,sampai ada pendapat yang keras (ekstrim) mengatakan bahwa dunia atau umat manusia pada hakekatnya hanya ditentukan oleh beberapa orang saja,yakni yang berstatus sebagai pemimpin.Demikian juga dalam sebuah organisasi atau perusahaan,pengarahan terhadap usaha-usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.Tanpa kepemimpinan atau bimbingan,hubungan antara tujuan perseorangan atau tujuan organisasi mungkin menjadi renggang.

Oleh karena itu,kepemimpian sangat diperlukan bila suatu organisasi ingin sukses.Terlebih lagi pekerja-pekerja yang baik selalu ingin tahu bagaimana mereka dapat menyumbang dalam pencapaian tujuan organisasi,dan paling tidak,gairah pekerja memerlukan kepemimpinan sebagai dasar motivasi eksternal untuk menjaga tujuan-tujuan mereka tetap harmonis dengan tujuan organisasi,maka dari itu suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan ini.Disinilah diperlukan figur kepemiminan yang mampu berkomunikasi yang baik dan benar pada bawahannya,agar tujuan organisasi tetap terarah sesuai dengan perencanaan.

    C.   Fungsi Kepemimpinan Dalam Perusahaan

Fungsi Kepemimpinan Secara Umum memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut :

1.     Memprakarsai struktur organisasi 
2.  Menjaga koordinasi dan integrasi di dalam organisasi agar dapat berjalan dengan efektif. 
3.     Merumuskan tujuan institusional atau organisasional dan menentukan sarana serta cara-cara yang efisien dalam mencapai tujuan tersebut. 
4. Mengatasi pertentangan serta konflik-konflik yang muncul dan mengadakan evaluasi serta evaluasi ulang. 
5. Mengadakan revisi, perubahan, inovasi pengembangna dan penyempurnaan dalam organisasi.

Pada hakikatnya, fungsi kepemimpinan terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut:

1. Fungsi Administrasi, yaitu mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya. 

2. Fungsi Sebagai Top Manajemen, adalah mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb. 

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi dapat dibedakan dalam lima fungsi pokok pemimpin, yaitu :

1.     Fungsi Instruktif

Pemimpin sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagiamana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan diman (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan suatu perintah. 


2.     Fungsi Konsultatif

Pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk usaha menetapkan keputusan yang membutuhkan pertimbangna dan konsultasi dengan orang yang dipimpinnya. 

3.     Fungsi Partisipasi

Pemimpin dapat mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keptuusan maupun dalam melaksanakannya. 

4.     Fungsi Delegasi

Pemimpin memberikan pelimpahan wewenang yang membuat atau sampai dengan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi merupakan kepercayaan seorang pemimpin kepada seorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab. 

5.     Fungsi Pengendalian

Pemimpin dapat membimbing, mengarahkan, koordinasi dan pengawasan terhadapa aktivitas anggotanya. 

Fungsi Kepemimpinan Menurut Yuki (1998) yaitu :

Usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya dalam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin.

    D.   Gaya Kepemimpinan dan Implikasinya Bagi Perusahaan

Tiga tipe dasar pemimpin sebagai bentuk-bentuk proses pemecahan masalah dan mengambil keputusan, (Soewarno Handoyo Ningrat, 1980 : 76) adalah sebagai berikut:

1.     Pemimpin Otokratis


                Pemimpin yang bersifat otokratis memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut: memberikan perintah-perintah yang selalu diikuti, menentukan kebijaksanaan karyawan tanpa sepengetahuan mereka. Tidak memberikan penjelasan secara terperinci tentang rencana yang akan dating, tetapi sekedar mengatakan kepada anggotanya tentang langkah-langkah yang mereka lakukan dengan segera dijalankan. Memberikan pujian kepada meraka yang selalu menurut kehendaknya dan melontarkan kritik kepada mereka yang tidak mengikuti kehendaknya. Selalu jauh dengan anggota sepanjang masa.

    2.     Pemimpin Demokratis

Pemimpin demokratis hanya memberikan perintah setelah mengadakan musyawarah dahulu dengan anggotanya dan mengetahui bahwa kebijaksanaannya hanya dapat dilakukan setalah dibicarakan dan diterima oleh anggotanya. Pemimpin tidak akan meminta anggotanya mengerjakan sesuatu tanpa terlebih dahulu memberitahukan rencana yang akan mereka lakukan. Baik atau buruk, benar atau salah adalah persoalan anggotanya dimana masing-masing ikut serta bertanggung jawab sebagai anggotanya.

     3.     Pemimpin Liberal atau Laissez-Faire

Pemimpin liberal yaitu kebebasan tanpa pengendalian. Pemimpin tidak memimpin atau mengendalikan bawahan sepenuhnya dan tidak pernah ikut serta dengan bawahannya.

Daftar Pustaka :

T.Hani Handoko, Manajemen, BPFE Yogyakarta, 1986, hal 294
 Soewarno Handoyo Ningrat, Pengantar Ilmu Studi Administrasi dan Manajemen, CV. Haji Masagung Jakarta, 1980, hal. 64
Soewarno Handoyo Ningrat, Pengantar Ilmu Studi Dan Manajemen.CV Haji Masagung, Jakarta, 1980, hal. 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar