A.
Perilaku
& Sikap Wirausaha
·
Perilaku
Wirausaha
1. Perilaku seorang Wirausaha – Instrumental
Perilaku seorang wirausaha yang
pertama menurut Imam Santoso Sukardi adalah perilaku intrumental, maksud dari
perilaku instrumental adalah perilaku yang selalu memanfaatkan segala sesuatu
yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya mencapai tujuan yang hendak
dicapainya dalam berwirausaha. Seorang wirausaha yang berperilaku instrumentan
juga selalu mencari sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan usahanya,
dengan kata lain segala sesuatu yang ada di sekelilingnya dapat bermanfaat dan
dipandang sebagai suatu "instrumen" alat untuk mencapai tujuan yang
hendak dicapai.
2. Perilaku
seorang wirausaha – Prestatif
Perilaku seorang wirausaha menurut Imam Santoso Sukardi yang
kedua adalah perilaku prestatif. Perilaku yang satu ini sudah saya jelaskan
pada kesempatan yang lalu pada artikel yang berjudul pengertian perilaku prestatif. Namun, akan saya singgung
sedikit mengenai perilaku ini. Maksud dari perilaku prestatif adalah suatu
perilaku yang menunjukkan bahwa seorang wirausaha dalam berbagai situasi selalu
tampil lebih baik, lebih efektif dari pada yang sebelumnya. Dengan kata lain
bahwa wirausahanya akan semakin berkembang.
3. Perilaku
seorang wirausaha - Keluwesan bergaul
Perilaku seorang wirausaha yang ke-tiga menurut Imam Santoso
Sukardi adalah keluwesan dalam bergaul, arti atau maksud dari perilaku yang
ketiga ini adalah perilaku yang selalu berusaha untuk beradaptasi atau
menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar dengan cepat dan baik. Atau dapat
dikatakan seorang wirausaha harus selalu aktif bergaul dan berinteraksi dengan
masyarakat sekitar, sehingga hubungannya dengan masyarakat di sekiliingnya baik
atau dekat.
4. Perilaku
seorang wirausaha - Kerja keras
Perilaku seorang wirausaha yang ke-empat adalah perilaku
kerja keras. Saya yakin anda sudah mengetahui definisi dari kerja keras ini,
maksud dari kerja keras adalah perilaku yang tidak mudah menyerah, tidak mudah
mengeluh dan melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan sampai selesai.
Seorang wirausaha yang bekerja keras aka mengutamakan kerja dan mengisi waktu
yang ada untuk kepentingan pribadi dan usahanya (tidak ada waktu yang terbuang
sia-sia).
5. Perilaku
seorang wirausaha - keyakinan diri
Perilaku seorang wirausaha yang kelima adalah perilaku
keyakinan diri. Maksud dari perilaku keyakinan diri adalah suatu perilaku atau
sikap percaya diri atau yakin atas kemampuan yang dimiliki, sehingga bekerja
dengan sebaik-baiknya tanpa ragu-ragu dan selalu optimis untuk mencapai
kesuksesan dalam usahanya.
6. Perilaku
seorang wirausaha - pengambilan risiko
Menurut Imam Santoso Sukardi perilaku seorang wirausaha yang
keenam adalah perilaku pengambilan risiko. Maksud dari perilaku yang satu ini
adalah seorang wirausaha harus mempunyai keberanian dalam memutuskan suatu
keputusan yang ada risikonya, seorang wirausaha juga harus siap menanggung
risiko yang akan dihadapinya. Walaupun demikian seorang wirausaha juga dituntut
untuk cermat, berhati-hati dan memperhitungkan benar risiko yang akan didapat.
7. Perilaku
seorang wirausaha - swa-kendali (personal control / pengendalian diri)
Maksud dari perilaku seorang wirausaha yang ketujuh ini
adalah perilaku yang merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia
harus bekerja lebih keras, kapan dia harus meminta bantuan kepada orang lain,
dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja, dalam menghadapi hambatan.
Personal kontrol mencakup pengertian swadaya dan swakendali.
8. Perilaku
seorang wirausaha – inovatif
Perilaku seorang wirausaha yang kedelapan menurut Imam
Santoso adalah inovatif. Artinya seorang wirausaha harus memiliki perilaku yang
inovatif atau selalu berpandangan ke depan untuk mancari cara-cara atau
teknik-teknik baru untuk membuat usahanya bekerjembang. Inovatif ini lebih
mengarah ke dalam sesuatu yang khas, unik dari hasil pemikirannya. Inovatif
juga dapat diartikan dengan melakukan pengembangan-pengembangan atau
penyempurnaan sesuatu yang sudah ada (imitative innovative).
9. Perilaku
seorang wirausaha – Kemandirian
Perilaku seorang wirausaha yang kesembilan adalah
kemandirian. Maksud dari perilaku ini adalah seorang wirausaha harus berusaha
untuk selalu mandiri, dan selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung
jawab pribadi. Selain itu juga tidak tergantung kepada orang lain, karena
mandiri itu lebih baik, lebih irit dan hasil karya sendiri dan pengerjaannya
sesuai dengan yang diiginkannya. Dia juga dapat saja bekerja dalam kelompok
selama mendapati kebebasan bertindak pengambilan keputusan kerja, menentukan
tujuan kelompok serta memilik alternative perilaku.
·
Sikap
Wirausaha
1. Memiliki gairah pada bisnis
Bekerja harus menyenangkan. Gairah akan membantu mengatasi
saat-saat sulit dan mempengaruhi orang untuk bekerja pada Anda dan ingin
berbisnis dengan Anda. Gairah tidak dapat diajarkan. Ketika gairah ini mulai
berkurang, yang biasanya akan muncul karena masa-masa sulit, ambil waktu untuk
menenangkan diri. Apakah itu satu jam atau satu minggu, ambil semua alasan Anda ketika memulai bisnis dan mengapa Anda ingin menjadi bos
sendiri. Yang harus memperbaharui gairah Anda.
2. Buatlah contoh kepercayaan
Orang-orang memiliki keyakinan pada orang yang dapat
dipercaya dan ingin bekerja untuk mereka dalam budaya integritas. Hal yang sama
berlaku juga pada pelanggan.
3. Jadilah fleksibel, kecuali dengan
nilai-nilai inti
Mengingat bahwa rencana dan strategi akan berubah seiring
waktu. Fleksibilitas untuk perubahan yang cepat merupakan keunggulan yang
dimiliki bisnis kecil melebihi bisnis besar. Hal ini berlaku untuk perencanaan
keuntungan dan biaya operasional, namun tidak ada kompromi terhadap nilai-nilai
inti.
4. Jangan biarkan rasa takut gagal terus
kembali
Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar. Hampir semua
hal ini sama, pemilik modal lebih suka menginvestasikan uang pada seorang
individu yang mencoba dan gagal mendirikan sebuah perusahaan dibandingkan pada
seseorang yang belum pernah mencoba.
5. Membuat keputusan
tepat waktu
Tidak masalah untuk mengandalkan intuisi Anda. Perencanaan
dan pemikiran yang baik. Tapi penundaan menyebabkan kehilangan kesempatan.
6. Aset terbesar
perusahaan adalah Anda
Jaga dirimu baik-baik. Kesehatan lebih berharga daripada
mesin paling mahal atau perangkat lunak komputer milik perusahaan. Anda tidak
harus memilih antara keluarga atau perusahaan, bermain atau bekerja. Menjaga
kesehatan Anda untuk keseimbangan dan energi, yang pada waktunya akan
meningkatkan performa mental anda.
7. Kendalikan ego
Jangan mengambil laba perusahaan dan menghabiskannya untuk
mainan mahal agar mengesankan orang lain. Buatlah persiapan untuk segala
kebutuhan tak terduga dan peluang bisnis baru yang muncul tiba-tiba. Ini
berarti mendengar saran dan ide-ide
bisnis baru tidak
peduli seberapa gila itu semua.
8. Percaya
Anda harus percaya pada diri sendiri, perusahaan Anda, dan
bahwa Anda akan berhasil. Keyakinan ini akan menular pada karyawan, pelanggan,
pemegang saham, pemasok dan setiap orang yang berurusan dengan Anda.
9. Mendukung dan menerima kritik dengan senang. Akui kesalahan
Anda.
Sebagai seorang wirausaha harus terus-menerus meyakinkan
karyawan bahwa semua berjalan baik sekalipun pendapat mereka yang
sesungguhnya bahkan berseberangan dengan pendapat bos. Menyatakan sebuah opini
atau memberi masukkan pada pernyataan misi perusahaan tidak akan jadi masalah.
10. Menjaga etos kerja
yang kuat
Karyawan Anda akan mengikuti langkah Anda. Ini juga akan
membantu Anda mengalahkan pesaing dengan mendorong mereka bekerja keras,
terutama ketika produk atau jasa yang dijual sangat mirip dengan pesaing.
11. Segera bangkit dari
rintangan
Dalam wirausaha pasti akan ada rintangan dan pasang surut
yang muncul. Belajarlah dari situasi tersebut dan buatlah perencanaan untuk
melewati masa itu. Karena Anda tidak dapat mengubah masa lalu.
12. Segera keluar dari
zona nyaman untuk mengejar sesuatu yang penting
Anda pasti tidak akan merasa nyaman begitu saja dengan
perubahan pada teknologi, orang-orang, misi, persaingan, dll. Tapi sangat
penting bagi perusahaan dan Anda untuk keluar dari zona nyaman demi meraih hal
yang lebih baik. Ini akan membuat bisnis Anda lebih berkembang.
B.
Karakteristik
Kewirausahaan
1. Memiliki
Rasa Percaya Diri
Memiliki
Kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain.
2. Berorientasi
pada Tugas dan Hasil
Maksudnya
adalah Seorang wirausaha harus mempunyai sikap tanggung jawab pada tugas-tugas
yang dibebankan kepadanya. Ia juga harus bertanggung jawab pada hasil dari
tugas yang dibebankannya.
3. Berani
Menanggung Risiko
Berani
menanggung resiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung jawab.
Para wirausahawan siap menanggung resiko atas segala tindakan yang diambilnya.
Dalam bertindak, wirausahawan akan memikirkan tindakannya secara matang,
sehingga risiko yang akan muncul akibat tindakannya dapat diperkirakan.
4. Memiliki
Jiwa Kepemimpinan
Kepemimpinan
sangat dibutuhkan oleh seorang wirausaha untuk memimpin anak-anak buahnya atau
pegawainya. Seseorang tidak akan bisa menjadi seorang wirausaha bila ia tidak
bisa memimpin, baik memimpin diri sendiri maupun memimpin orang lain.
5. Keorisinalan
Sifat
Orisinal tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Orisinal berarti tidak
hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang
orisinal, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
6. Berorientasi
ke Masa Depan
Seseorang
wirausaha harus- lah mempunyai visi ke depan apa yang hendak ia lakukan? Apa
yang ingin dicapai? Sebuah usaha bukan didirikan hanya untuk sementara, tetapi
untuk selamanya. Oleh sebab itu, seorang wira- usaha akan menyusun perencanaan
(planning) dan strategi yang matang agar jelas langkah- langkah yang akan
dilaksanakan.
7. Jujur
dan Tekun
Untuk
menjadi seorang wirausaha juga dibutuhkan sikap jujur dan tekun. Jujur terhadap
diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan pegawai-pegawainya. Tekun dalam mencari
ide-ide baru yang lebih kreatif dari ide-ide yang sudah ada dan tekun dalam
merintis usahanya yang baru akan mulai berkembang.
8. Memiliki
Kreativitas Tinggi
Kreativitas
adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada. Rahasia kewirausahaan
dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan
kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang
dihadapi setiap hari.
9. Selalu
Memiliki Komitmen dalam Pekerjaan, Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Seorang
wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat
didalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang digelutinya. Dalam
menjalankan usahanya tersebut, seorang wirausaha yang sukses terus memiliki
tekad yang menggebu-gebu dan memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan
usahanya. Ia tidak pernah setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung
resiko, selalu bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang
ada. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang digelutinya,
wirausaha sehebat apapun pasti akan menemui jalan kegagalan dalam usahanya.
Oleh karena itu, penting sekali bagi seorang wirausaha untuk memiliki komitmen
terhadap usaha dan pekerjaannya.
10. Selalu Mencari Peluang
Esensi
kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh
keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan
dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap
mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu
juga menampung wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola
organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik
bagi pelanggan/masyarakat.
11. Mandiri atau Tidak Ketergantungan pada Orang Lain
Seorang
wirausaha dituntut untuk selalu menciptakan hal baru dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi
baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang
dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah
ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan konsumen. Oleh karena
itu, seorang wirausaha hendaknya mandiri dan tidak bergantung pada orang lain
agar ia dapat lebih berkreasi dan berinovasi dengan kemampuannya.
12. Memiliki Kemampuan Manajerial
Salah
satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan
untuk memanajerial atau mengurus usaha yang sedang digelutinya. Seorang
wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha,
memvisualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol
usaha, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaannya yang kesemuanya
itu adalah merupakan kemampuan manajerial yang wajib dimiliki dari seorang
wirausaha.
13. Disiplin
Dalam
melakukan kegiatannya, seorang wirausaha harus memiliki kedisiplinan yang
tinggi. Arti kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausaha
terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh,
yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, dan
sebagainya
14. Realistis
Seseorang
dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realita
sebagai landasan berfikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan
maupun tindakan atau perbuatannya.
15. Memiliki Motif Berprestasi Tinggi
Para
ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat dalam berwirausaha karena
adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut
Gede Anggan Suhanda, motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang
menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan
secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
16. Memiliki Mimpi
Tidak
ada wirausahawan yang tidak mempunyai mimpi, dan akan lebih sukses lagi bila
mempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkan
impiannya.
17. Memiliki Ketegasan
Seorang
wirausaha itu mempunyai hasrat ingin maju, tegas, energik, penuh semangat, dan
tidak bekerja lambat. Setiap keputusan yang diambil selalu diperhitungkan.
Kecepatan dan ketepatan merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.
18. Memiliki Determination (Ketetapan Hati/
Kebulatan Tekad)
Seorang
wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi,
sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan,
walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat
diatasi.
19. Mempunyai Dedication (Pengabdian)
Seorang
wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya,
karena dedikasi yang tinggi maka kesuksesan akan selalu menghampirinya. Seorang
wirausaha yang berdedikasi tinggi terhadap bisnisnya. Kadang-kadang
mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausahawan di dalam
melaksanakan pekerjaanya tidak mengenal lelah.
20. Dapat mengendalikan emosi
Seorang
wirausaha harus dapat mengendalikan dirinya dari amarah. Tetap tenang
menghadapi segala masalah untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
C.
Kisah Sukses
Wishnutama, Pendiri Net TV
Net TV merupakan stasiun televisi
yang masih terbilang baru. Namun sudah cukup membuat banyak orang tertarik
menonton tayangan acara-acara di televisi tersebut. Sebut saja Ini Talkshow
yang diisi oleh Sule dan Andre yang menghibur, Sarah Sechan, dan juga acara The
Coment, dan beberapa acara lainnya.
Kesuksesan Net TV tak lepas dari tangan dingin CEOnya yang telah berpengalaman di dunia pertelevisian. Wishnutama, adalah pendiri Net TV. Sebelumnya beliau adalah direktur di Trans TV. Berikut kisah suksesnya.
Wishnutama Kusubandio lahir pada tanggal 4 Mei 1976. Ia adalah salah satu pendiri PT Net Mediatama atau dikenal dengan NET TV. Ia menyelesaikan kuliah komunikasi di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat.
Pada tahun 1994, ia pulang ke Indonesia dan bekerja di Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Producer Director. Kariernya menanjak menjadi Executive Producer News and Production Division, dan tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager. Di Indosiar, ia berperan dalam membuat program acara Gebyar BCA, Patroli, dan Saksi.
Setelah tujuh tahun berkarya di Indosiar, tahun 2001, Ia pindah ke Trans TV sebagai Kepala Divisi Produksi. Tiga tahun kemudian, kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional, lalu setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama.
Saat saham mayoritas TV7 diambil alih oleh kelompok usaha Para Group yang dimiliki Chairul Tanjung, pada tahun 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Program-program yang diproduksi di bawah kepemimpinan Wishnutama selama di Trans Corp antara lain Extravaganza, Dunia Lain, Termehek-Mehek, Opera Van Java, Empat Mata, dan Indonesia Mencari Bakat.
Setelah 11 tahun mengembangkan Trans Corp, terhitung sejak 2001 hingga 2012, Wishnutama memilih untuk mengundurkan diri. Didasari pada program acara di Indonesia yang makin lama semakin tidak seimbang, bersama Agus Lasmono, dia membangun stasiun televisi bernama NET TV, yang berasal dari singkatan News and Entertainment Television.
Setahun berjalan bersama bendera NET, Wishnutama merasa senang pada respons masyarakat Indonesia. Menurutnya, kesuksesan itu diraih karena kerja tim. Karena bekerja di balik layar membutuhkan waktu dan tenaga yang melimpah.
Kesuksesan Net TV tak lepas dari tangan dingin CEOnya yang telah berpengalaman di dunia pertelevisian. Wishnutama, adalah pendiri Net TV. Sebelumnya beliau adalah direktur di Trans TV. Berikut kisah suksesnya.
Wishnutama Kusubandio lahir pada tanggal 4 Mei 1976. Ia adalah salah satu pendiri PT Net Mediatama atau dikenal dengan NET TV. Ia menyelesaikan kuliah komunikasi di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat.
Pada tahun 1994, ia pulang ke Indonesia dan bekerja di Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Producer Director. Kariernya menanjak menjadi Executive Producer News and Production Division, dan tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager. Di Indosiar, ia berperan dalam membuat program acara Gebyar BCA, Patroli, dan Saksi.
Setelah tujuh tahun berkarya di Indosiar, tahun 2001, Ia pindah ke Trans TV sebagai Kepala Divisi Produksi. Tiga tahun kemudian, kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional, lalu setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama.
Saat saham mayoritas TV7 diambil alih oleh kelompok usaha Para Group yang dimiliki Chairul Tanjung, pada tahun 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Program-program yang diproduksi di bawah kepemimpinan Wishnutama selama di Trans Corp antara lain Extravaganza, Dunia Lain, Termehek-Mehek, Opera Van Java, Empat Mata, dan Indonesia Mencari Bakat.
Setelah 11 tahun mengembangkan Trans Corp, terhitung sejak 2001 hingga 2012, Wishnutama memilih untuk mengundurkan diri. Didasari pada program acara di Indonesia yang makin lama semakin tidak seimbang, bersama Agus Lasmono, dia membangun stasiun televisi bernama NET TV, yang berasal dari singkatan News and Entertainment Television.
Setahun berjalan bersama bendera NET, Wishnutama merasa senang pada respons masyarakat Indonesia. Menurutnya, kesuksesan itu diraih karena kerja tim. Karena bekerja di balik layar membutuhkan waktu dan tenaga yang melimpah.
Sumber :